Jumat, 07 Maret 2014

Fakta Unik tentang Jambi

Apa saja keunikan Jambi? Mari kita jalan-jalan ke Jambi

  1. Jambi adalah kota sekaligus ibukota Provinsi Jambi. Ada tiga provinsi di Indonesia yang memiliki nama ibukota sama dengan nama provinsi. Diantaranya adalah Bengkulu, Jambi dan Gorontalo. Jika Anda bertemu dengan orang yang mengaku berasal dari Jambi, kemungkinan ia tinggal di Provinsi Jambi atau di kota Jambi.

  2. Kata “Jambi” berasal dari bahasa Jawa “Jambe” yang berarti pinang. Konon berasal dari sejarah raja Jambi Datuk Paduko Berhalo dengan permaisurinya Putri Selaras Pinang Masak.

    Putri Pinang Masak


  3. Kota Jambi dulu awalnya bernama Tanah Pilih. Menurut legenda didirikan oleh Orang Kayo Hitam, anak dari Datuk Paduko Berhalo. Awalnya Orang Kayo Hitam diberi sepasang angsa serta perahu Kajang Lako untuk mengarungi Sungai Batanghari ke arah hilir demi mencari tempat untuk mendirikan kerajaan baru. Setelah beberapa hari menghiliri Sungai Batanghari kedua angsa naik ke darat. Disitu ditemukan juga senapan dan gong. Tempat itu akhirnya dinamakan Tanah Pilih.


  1. Kota Jambi dialiri oleh Sungai Batang Hari, sungai terpanjang di Sumatera yang panjangnya sekitar 800 km. Mengalir dari Sumatera Barat dan bermuara di Selat Berhala. Disamping itu, nama Batang Hari juga diabadikan menjadi nama kabupaten di sebelah barat kota Jambi.

    Sungai Batanghari


  1. Masjid Al Falah, masjid terbesar di kota Jambi dijuluki masjid seribu tiang karena mempunyai banyak tiang. Padahal jika dihitung masjid ini “hanya” mempunyai 256 tiang.

    Masjid Al-Falah



  1. Plat nomor kendaraan untuk provinsi Jambi adalah BH. Akronim dari Banyak Hutan atau Batang Hari :D
  1. Di Maro Sebo kabupaten Muaro Jambi, sekitar satu jam dari kota Jambi terdapat kompleks Candi Buddha terbesar di dunia. Namanya candi Muaro Jambi yang luasnya 260 Hektar.


Salah satu candi di kompleks Candi Muaro Jambi

  1. Gunung tertinggi di Sumatera terdapat di Kerinci, Jambi. Tinggi sekitar 3805 di atas permukaan air laut.

    Gunung Kerinci


  2. Di belantara hutan Taman Nasional Tiga Puluh dan Taman Nasional Bukit Dua Belas tinggal komunitas Suku Anak Dalam. Golongan suku Melayu Tua yang mengasingkan diri dari kehidupan modern dan memilih hidup sangat sederhana dan menyatu dengan alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar